Pada mesin las jahitan, elektroda rol melingkar digunakan sebagai pengganti ujung las titik standar. Diameter roller ini biasanya berkisar antara 50 mm hingga 600 mm, dengan ukuran yang paling umum digunakan antara 180 mm dan 250 mm. Ketebalan roller umumnya berkisar antara 10 mm dan 20 mm.

Permukaan kontak elektroda rol dapat berbentuk salah satu dari berikut ini:
Permukaan silinder
Permukaan bulat
Permukaan berbentuk kerucut (digunakan dalam kasus khusus seperti sambungan flensa)
Rol silinder sering kali dibuat dengan talang dua sisi atau satu sisi, terutama untuk aplikasi seperti sambungan flensa tepi. Lebar permukaan kontak (ω) bervariasi menurut ketebalan benda kerja, biasanya berkisar antara 3 mm hingga 10 mm. Rol berbentuk bola memiliki radius kelengkungan (R) antara 25 mm dan 200 mm.
Rol silinder banyak digunakan untuk mengelas baja dan paduan suhu tinggi.
Rol berbentuk bola memberikan pembuangan panas yang lebih baik dan transisi lekukan yang lebih mulus, sehingga cocok untuk pengelasan paduan ringan, seperti aluminium.
Untuk mencegah panas berlebih dan menjaga kinerja elektroda, pendinginan sangat penting selama proses berlangsung pengelasan jahitan. Dua jenis utama sistem pendingin yang digunakan:
Pendinginan Eksternal:
Untuk mengelas logam non-besi dan baja tahan karat, air keran bersih biasanya cukup.
Untuk pengelasan baja biasa, biasanya digunakan larutan boraks 5% untuk mencegah karat.
Pendinginan Sirkulasi Internal:
Digunakan khususnya pada mesin yang dirancang untuk pengelasan paduan aluminium, metode ini mensirkulasikan air di dalam elektroda.
Meskipun lebih efisien, sistem pendingin internal juga memiliki struktur yang rumit dan lebih mahal.
Memilih desain roller dan metode pendinginan yang tepat sangat penting untuk pengelasan jahitan yang efektif:
Untuk bahan besi dan paduan suhu tinggi, rol silinder dengan pendingin eksternal biasanya cukup.
Untuk logam non-besi atau logam yang peka terhadap panas seperti paduan aluminium atau magnesium, direkomendasikan roller berbentuk bola yang dipasangkan dengan sistem pendingin air internal.
Kombinasi yang tepat antara geometri roller, lebar kontak, dan strategi pendinginan memastikan kualitas las yang konsisten, memperpanjang umur elektroda, dan membantu menghindari deformasi termal selama pengelasan.


